REFERENSI Blog SIM

August 10, 2010 in Uncategorized

REFERENSI BLOG UNTUK TUGAS SIM

1.

http://yasmin.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/12/outsourcing-it-di-perusahaan/#comment-12

zicohernawan says:

Your comment is awaiting moderation.

Agustus 1, 2010 at 4:10 pm

Pemilihan perusahaan IT outsourcing juga mempengaruhi efektifitasan aktivitas perusahaan. Jadi pemilihan juga harus dijadikan prioritas oleh manajemen.

2.

http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.html/comment-page-1#comment-171

Zico says:

Your comment is awaiting moderation.

August 1, 2010 at 4:16 pm

ide yang bagus dimana penerapan outsourcing dalam menghasilkan sistem informasi dapat juga diterapakan pada sektor UKM

3.

http://www.iimrusyamsi.com/2008/04/10/it-outsourcing-bisnis-masa-depan/#comment-748

Zico Says: Your comment is awaiting moderation.August 1st, 2010 at 11:26 pm

wahh terima kasih share ilmunya tentang IT Outsourcing. sangat membantu dalam pengerjaan tugas kuliah saya.

4.

https://rivafauziah.wordpress.com/2008/01/26/it-outsourcing/#comment-5154

Zico Says: Your comment is awaiting moderation.August 1st, 2010 at 4:30 pm

sangat menarik pembahasannya, issue outsourcing memang selalu menjadi perbincangan yang menarik, alangkah baiknya jika pembahasan dilengkapi kelebihan dan kekurangan outsourcing serta perbedaannya dgn insourcing dan selfsourcing.

5.

http://suhendi.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/28/penerapan-outsourcing-pada-sistem-informasi/#comment-6

zicohernawan commented

Your comment is awaiting moderation.

Penjelasan yang lengkap. Cuma strategi pemilihan perusahaan IT yang belom dibahas nih?

August 1, 2010 at 4:33 pm

6.

http://blog.i-tech.ac.id/deasy/2009/08/11/kasus-it-outsourcing-pengolahan-data/#comment-105

zico // Aug 1, 2010 at 4:38 pm

Nice Post, sangat bermanfaat untuk referensi saya. tq utk sharenya.

Your comment is awaiting moderation.

 

7.

 

http://prima.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/15/penerapan-outsourcing-sistem-informasi-it-outsourcing-dalam-suatu-perusahaan/#comment-9

zicohernawan says:Your comment is awaiting moderation.

Agustus 1, 2010 at 4:41 pm 
Perusahaan yang besar memang harus menggunakan strategi outsourcing supaya core bisnisnya tidak terganggu.

8.

http://blogs.konsep.net/micowendy/2008/portal-outsourcing-it-consultant-pm-indonesia/comment-page-1/#comment-1014

Zico Your comment is awaiting moderation.

August 1th, 2010 on 4:59 pm

Saya setuju dengan pendapatnya krn outsourcing dapat menghebat biaya untuk pengadaan SDM di bidang IT.

9.

http://www.biskom.web.id/2008/07/22/outsourcing-solusi-sistem-informasi-masa-depan.bwi/comment-page-2#comment-1635

August 1 th, 2010

5:04 pm

zico

Your comment is awaiting moderation.

outsourcing dapat berefek negatif terhadap perusahaan, apa yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam menjaga keamanan IT supaya tidak diketahui oleh pihak lain ( kompetitor )?

10.

http://rahard.wordpress.com/2007/12/06/mengusung-it-outsourcing/#comment-66977

zico

Pemilihan IT outsourcing suatu perusahaan memang harus mempertimbangkan sudut pandang cost benefit dan resiko pemilihan vendor agar pemilihan IT outsourcing bisa menjadi efektif.

11.

http://sabukhitam.com/blog/topic/internet-marketing/strategi-implementasi-sistem-informasi-pada-usaha-kecil-dan-menengah.html/comment-page-2#comment-203

August 1, 2010 at 5:14 pm

konsep IT oursourcing utk UKM, memang bs menciptakan efisiensi UKM tersebut.

12.

http://duabelasblogs.blogspot.com/2010/06/e-commerce-perkembangan-teknologi.html?showComment

Zico said…

perkembangan ecommerce saat ini sangat pesat, dengan outsourcing software yang mendukung ecommerce dapat dibuat.

August 1, 2010 5:20 PM

13.

http://www.tech-id.co.cc/2010/05/pendekatan-pengembangan-sistem.html?showComment

Anonymous said…

Setuju dengan artikel anda, info ini merupakan suatu pandangan baru buat saya

August 1, 2010 5:25 PM

14.

http://itkelinik.com/?p=113&cpage=1#comment-121

zico says:

Your comment is awaiting moderation.

August 1, 2010 at 5:28 pm

User dan vendor IT Outsource harus memiliki pengetahuan mengenai hal yang akan dioutsourcingkan oleh user tersebut.

15.

http://bakoelkomputer.info/virtualstore/blog/?p=123&cpage=1#comment-4438

August 1, 2010 at 05:31 | 
Reply | Quote 

IT Outsourcing memang costly, namun dengan IT permasalahan perusahan dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat karena perusahaan bisa menjadi lebih efisien



16.

http://yuvenalia.blog.binusian.org/2010/01/03/sourcing/#comment-218

zico says: 
Your comment is awaiting moderation.

August 1, 2010 at 5:40 pm
Tulisan sangat menarik dan lengkap, mohon ijin untuk menjadi referensi dalam tugas saya.



17.

http://pimpimarda.blog.com/2010/01/10/it-outsourcing/comment-page-1/#comment-84

Info yang bagus dan inspiratif. dimana perusahaan yang akan melakukannya dapat menjadi perusahaan yang mempunyai daya saing, terutama dalam pengembangan IT yang dimilikinya.

Your comment is awaiting moderation.

18.

http://www.maestroglobal.info/manajemen-proyek-ti-pilihan-atau-keharusan/comment-page-1/#comment-108

zico said:

Your comment is awaiting moderation.

menurut saya saat ini untuk dapat mempunyai daya saing yg bagus dan mendukung kegiatan bisnis suatu perusahaan, IT bukan hanya pilihan lagi tetapi merupakan suatu keharusan.

19.

http://adabisnis.com/outsourcing-kan-pekerjaan-anda/

zico says:

Your comment is awaiting moderation.

August 1, 2010 at 06:01

Artikel yang sangat informatif, saya setuju dengan pendapat yang menyatakan bahwa “yang paling menjadi alasan utama untuk outsourcing adalah karena dapat mengurangi biaya dan fokus pada inti (fokus pada apa yang Anda kuasai)” nice opinion.

20.

http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-3#comment-1895

zico

Your comment is awaiting moderation.

Info yg sangat berguna bagi bahan tulisan tugas saya, setelah membaca tentang uraian diatas saya setuju dengan pendapat anda mengenai hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum perusahaan melakukan outsourcing IT sehingga perusahaan tahu betul keuntungan dan kerugian yang akan dialami oeh perusahaan. Sehingga kegiatan perusahaan lebih efektif dan menguntungkan. Trims buat wawasan barunya.





Kesimpulan : KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN SISTEM INFORMASI OUTSOURCING DIBANDINGKAN INSOURCING

August 1, 2010 in Uncategorized

BAB IV

KESIMPULAN

4.1.   Kesimpulan

Alasan mengapa suatu perusahaan mengambil langkah outsourcing adalah dikarenakan agar perusahaan tersebut dapat bertahan dalam memasuki pasar international dan mendapatkan keuntungan. Pengambilan langkah outsourcing merupakan suatu penerapan kebijakan perusahaan. Juga dikatakan bahwa ketika perusahaan mengambil langkah melakukan IT outsourcing, perusahaan tersebut akan di hadapkan kepada beberapa manfaat dan resiko, yang dimana ada salah satu resiko tersebut jika tidak di tangani dengan baik akan menimbulkan masalah yang besar bagi perusahaan. Karena itulah dibutuhkan suatu vendor IT sebagai penyedia IT yang berguna untuk kepentingan IT outsourcing. Manfaat dari pemilihan IT outsourcing antara lain adalah :

  1. Teknologi yang maju.  IT sourcing memberikan kemajuan teknologi kepada organisasi klien dan pengalaman personil. Suatu perusahaan memiliki kemajuan teknologi jika teknologi tersebut dapat membantu perusahaan dalam menyelesaikan misinya, dan teknologi tersebut tergantung kepada vendor sebagai penyedia IT outsourcing tersebut.
  2. Cash Flow. Jasa yang disediakan oleh vendor relatif lebih murah dibanding jika perusahaan mengusahakannya sendiri. Outsourcing dapat membantu pengelolaan arus kas sebab perusahaan tidak perlu melakukan penanaman modal awal besar sebab vendor memiliki kebijakan free-for service basis. Perusahaan dapat di bebaskan dari pembelian aset IT melalui outsourcing. Jadi perusahaan tidak akan di bebani lg dengan biaya pembelian, pengembangan, pemeliharaandan pengelolaan aset-aset IT yang mahal.
  3. Pemusatan Aktivitas Inti.  Perusahaan dapat lebih berkonsentrasi pada kegiatan operasinya dan dapat mengendalikan jumlah tugas sehingga kegiatan operasi perusahaan dapat menjadi sempurna.
  4. Kebutuhan akan personil IT. Penggunaan IT outsourcing oleh suatu perusahaan menggambarkan kurangnya personil IT dalam satu perusahaan tersebut. Vendor memiliki resources yang lebih besar, maka alangkah baiknya jika perusahaan tersebut menggunakan IT outsourcing staff yang berasal dari vendor.
  5. Fleksibilitas penggunaan Teknologi. IT Outsourcing di pertimbankan sebagai langkah management resiko yang lebih baik, sebab dengan begitu, segala resiko yang di hadapi di limpahkan kepada vendor yang bertanggung jawab dalam memperbaharui teknologi.

Sedangkan resiko yang akan di hadapi adalah :

  1. Legal. Salah satu komponen penting dalam outsourcing adalah kontrak. Didalam kontrak dijelaskan mengenai layanan vendor kepada penyedia, diskusi financial, dan legal issue. Ini akan dijadikan blueprint sebagai bentuk persetujuan mereka. Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam melakukan pembuatan kontrak yaitu service level agreements, penalties for non-performance, contract length, flexibility, post-outsourcing, dan vendor standart contract. Dan ini merupakan resiko yang perlu di perhatikan dengan sebaik-baiknya, jika tidak maka IT outsourcing akan menjadi masalah bagi perusahaan.
  2. Informasi merupakan aset berharga bagi perusahaan, jika tidak dikelola dengan baik maka akan menjadi masalah bagi perusahaan tersebut.
  3. Dalam menetapkan strategi hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan IT outsourcing (outsourcing scope), yang meliputi total outsourcing dan selective outsourcing.
  4. Maintaining the relationship.
  5. Loss of flexibility. Jika menandatangani kontrak outsourcing yang berjangka lebih dari 3 tahun, maka dapat megnurangi fleksibilitas. Seandainya ada kebutuhan bisnis yang berubah, perkembangan teknologi yang menciptakan peluang baru dan adanya penurunan harga maka klien harus meeundingkan kembali kontraknya.
  6. Managerial Control Issue. Pengambilan keputusan hanyalah di kendalikan oleh sebagian kecil para eksekutif senior saja, sedangkan para departement IT yang lebih mengetahui kebutuhan IT perusahaan dikendalikan oleh atasan saja.
  7. Financial Ada biaya yang dikenal dengan hidden cost, yaitu biaya seperti biaya diluar jasa standar, biaya pencarian vendor(melibatkan aktivitas yang mahal seperti riset, wawancara, evaluasi dan kunjungan lokasi luar negri, dan pemilihan akhir suatu penjualan), biaya transisi(transisi meliputi penyusunan, penarikan kembali dan penampungan yang dilakukan oleh vendor), dan biaya post outsourcing.

 

BAB V

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.ajangkita.com/forum/viewtopic.php?t=28583

http://arwankhoiruddin.blogspot.com/2007/10/melihat-kelebihan-dan-kekurangan-iklim.html

http://www.infosum.net/id/programming/it-outsourcing.html

http://lianna.blog.binusian.org/2010/01/09/74/

http://ferry1002.blog.binusian.org/?tag=outsourcing

http://www.maestroglobal.info/effisiensi-dan-penghematan-biaya-melalui-it-outsourcing/

http://www.scribd.com/doc/15652

Pembahasan : KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN SISTEM INFORMASI OUTSOURCING DIBANDINGKAN INSOURCING

August 1, 2010 in Uncategorized

BAB III

PEMBAHASAN

3.1.   Keuntungan dan Kelemahan Outsourcing

Outsourcing merupakan trend yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini, outsourcing juga merupakan upaya untuk mendapatkan barang atas jasa dari supplier luar atau yang beroperasi di luar negri dalam rangka memotong biaya. Jadi dapat  dikatakan bahwa ada 3 komponen dari outsourcing : 1). IT, yang merupakan perkembangan dari teknologi informasi, 2). Komunikasi, yang merupakan bagaimana bentuk dari kinerja suatu perusahaan berdasarkan lancar tidaknya komunikasi yang terjalin, 3). Struktur organisasi perusahaan.

Sehingga secara umum outsourcing dapat dikatakan adalah suatu pengalihan aktivitas perusahaan baik barang atau jasa ke perusahaan lain yang memiliki 3 komponen tersebut. Hubungannya dalam dunia Information Technology (IT) outsourcing adalah kontrak tambahan dari sebagian atau keseluruhan fungsi IT dari perusahaan kepada pencari outsourcing external, IT outsourcing merupakan pemanfaatan organisasi external untuk memproduksi atau membuat ketetapan jasa teknologi informasi. Jasa IT yang biasanya di outsourcing adalah jaringan, desktop, aplikasi dan web hosting. 

IT outsourcing dapat dibedakan kedalam 4  bagian, yaitu :

  1. Total Outsourcing, yaitu sepenuhnya menyerahkan semuanya ke pihak lain, baik hardware, software, dan brainware.
  2. Total Insourcing, peminjaman atau penyewaan sumber daya manusia yang dimiliki oleh pihak lain yang di pakai dalam jangka waktu tertentu.
  3. Selective Sourcing, perusahaan memilah-milah bagian mana yang akan di serah ke pada pihak lain, dan bagian yang tidak di berikan tersebut akan dikelola oleh perusahana sendiri.
  4. De facto insourcing, menyerahkan semua yang menyangkut IT ke perusahaan lain dikarenakan adanya latar belakang sejarah.

Namun dalam pelaksanaannya outsourcing ini mengalami pro dan kontra juga antara lainnya adalah :

1. Pro-Outsourcing :

  • Dapat lebih fokus kepada core business yang sedang di jalankan.
  • Dapat mengurangi biaya.
  • Dapat mengubah biaya investasi menjadi biaya belanja.
  • Tidak dipusingkan jika terjadi turn over tenaga kerja.
  • Merupakan modernisasi dunia usaha.
  • Efektivitas manpower.
  • Tidak perlu membuang-buang waktu dan tenaga untuk suatu pekerjaan yang bukan merupakan inti bisnis atau pekerjaan yang bukan utama.
  • Memberdayakan anak perusahaan.
  • Dealing with unpredicted business condition.

2. Kontra-Outsourcing :

  • Status ketenagakerjaan yang tidak pasti.
  • Adanya perbedaan kompensasi dan benefit antara tenaga kerja internal dengan tenaga kerja outsourcing.
  • Career path dari outsourcing kurang terencana dan kurang terarah.
  • Para pihak pengguna jasa dapat memungkin untuk memutuskan hubungan kerjasama dengan pihak outsourcing provider secara sepihak sehingga dapat mengakibatnya status mereka menjadi tidak jelas.

Tinjauan Pustaka : KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN SISTEM INFORMASI OUTSOURCING DIBANDINGKAN INSOURCING

August 1, 2010 in Uncategorized

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.    Definisi Outsourcing

Outsourcing berasal dari bahasa Inggris yang berarti “alih daya”. Outsourcing mempunyai nama lain yaitu “contracting out” merupakan sebuah pemindahan operasi dari satu perusahaan ke tempat lain. Hal ini biasanya dilakukan untuk memperkecil biaya produksi atau untuk memusatkan perhatian kepada hal lain. Di negara-negara maju seperti Amerika & Eropa, pemanfaatan Outsourcing sudah sedemikian mengglobal sehingga menjadi sarana perusahaan untuk lebih berkonsentrasi pada core businessnya sehingga lebih fokus pada keunggulan produk servisnya.

Pengaturan Outsourcing (Alih Daya) dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sebagai dasar hukum diberlakukannya outsourcing (Alih Daya) di Indonesia, membagi outsourcing (Alih daya) menjadi dua bagian, yaitu: pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa pekerja/buruh. Pada perkembangannya dalam draft revisi Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan outsourcing (Alih Daya) mengenai pemborongan pekerjaan dihapuskan, karena lebih condong ke arah sub contracting pekerjaan dibandingkan dengan tenaga kerja. Untuk mengkaji hubungan hukum antara karyawan outsourcing (Alih Daya) dengan perusahaan pemberi pekerjaan, akan diuraikan terlebih dahulu secara garis besar pengaturan outsourcing (Alih Daya) dalam UU No.13 tahun 2003.

Interpretasi kegiatan penunjang yang tercantum dalam penjelasan UU No.13 tahun 2003 condong pada definisi yang pertama, dimana outsourcing (Alih Daya) dicontohkan dengan aktivitas berupa pengontrakan biasa untuk memudahkan pekerjaan dan menghindarkan masalah tenaga kerja. Outsourcing (Alih Daya) pada dunia modern dilakukan untuk alasan-alasan yang strategis, yaitu memperoleh keunggulan kompetitif untuk menghadapi persaingan dalam rangka mempertahankan pangsa pasar, menjamin kelangsungan hidup dan perkembangan perusahaan. Dalam hal outsourcing (Alih Daya) yang berupa penyediaan pekerja, dapat dilihat pada perkembangannya saat ini di Indonesia. Sehingga interpretasi outsource tidak lagi hanya sekadar untuk melakukan aktivitas-aktivitas penunjang seperti yang didefinisikan dalam penjelasan UU No.13 tahun 2003. Untuk itu batasan pengertian core business perlu disamakan lagi interpretasinya oleh berbagai kalangan. Pengaturan lebih lanjut untuk hal- hal semacam ini belum diakomodir oleh peraturan ketenagakerjaan di Indonesia.

Perusahaan dalam melakukan perencanaan untuk melakukan outsourcing terhadap tenaga kerjanya, mengklasifikasikan pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang ke dalam suatu dokumen tertulis dan kemudian melaporkannya kepada instansi ketenagakerjaan setempat. Pembuatan dokumen tertulis penting bagi penerapan outsourcing di perusahaan, karena alasan-alasan sebagai berikut :

  • Sebagai bentuk kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan tentang ketenagakerjaan dengan melakukan pelaporan kepada Dinas Tenaga Kerja setempat.
  • Sebagai pedoman bagi manajemen dalam melaksanakan outsourcing pada bagian- bagian tertentu di perusahaan;
  • Meminimalkan risiko perselisihan dengan pekerja, serikat pekerja, pemerintah serta pemegang saham mengenai keabsahan dan pengaturan tentang outsourcing di Perusahaan.
  • Sebagai sarana sosialisasi kepada pihak pekerja tentang bagian-bagian mana saja
  • di perusahaan yang dilakukan outsourcing terhadap pekerjanya;

2.2.   Definisi Insourcing

Merujuk pada UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan karyawan kontrak adalah pekerja yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha dengan berdasarkan pada Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Pengaturan tentang PKWT ini kemudian diatur lebih teknis dalam Kepmenakertrans No. 100/2004 tentang ketentuan pelaksanaan perjanjian kerja waktu tertentu.

Bila merujuk kepada aturan yang berlaku, jenis hubungan kerja PKWT hanya dapat diterapkan untuk 4 jenis pekerjaan, yaitu pekerjaan yang sekali selesai, pekerjaan yang bersifat musiman, pekerjaan dari suatu usaha baru, produk baru atau kegiatan baru, serta pekerjaan yang sifatnya tidak teratur (pekerja lepas).

Pekerja dalam PKWT juga dilindungi oleh beberapa ketentuan, seperti tidak boleh ada masa percobaan, hak-hak normatif sesuai aturan harus tetap diberikan, tidak boleh lebih dari 2 kali pembuatan kontrak, durasi maksimum adalah kontrak 3 tahun plus pembaharuan 2 tahun (khusus untuk pekerjaan yang sekali selesai), berhak memperoleh uang ganti rugi bila diputus kontrak sebelum waktu kontrak selesai. Bila ketentuan tentang durasi dan frekuensi kontrak tidak dipenuhi maka demi hukum pekerja tersebut menjadi pekerja PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu), atau katakanlah otomatis menjadi karyawan tetap.

Perbedaan pokok antara karyawan tetap dan kontrak terletak pada batas masa berlakunya hubungan kerja dan hak pesangon apabila hubungan kerja terputus. Artinya karyawan yang selesai kontrak tidak berhak atas pesangon, sedangkan karyawan tetap yang di-PHK yang memenuhi syarat dan ketentuan tertentu berhak atas pesangon.

Pendahuluan : KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN SISTEM INFORMASI OUTSOURCING DIBANDINGKAN INSOURCING

August 1, 2010 in Uncategorized

KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN SISTEM INFORMASI OUTSOURCING DIBANDINGKAN INSOURCING

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang

Persoalan pengelolaan teknologi informasi (TI) adalah persoalan yang tidak ada habis-habisnya. Tiap saat ditemukan metode dan sistem yang lebih baru dalam menjalankannya. Metode ini dapatberupa penggunaan manajemen kerja yang lebih baik, perencanaan pembuatan program yang lebih terinci hingga penggunaan piranti keras yangmempunyai kinerja lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Persaingan dalam dunia bisnis antar perusahaan membuat perusahaan harus berkonsentrasi pada rangkaian proses atau aktivitas penciptaan produk dan jasa yang terkait dengan kompetensi utamanya. Dengan adanya konsentrasi terhadap kompetensi utama dari perusahaan, akan dihasilkan sejumlah produk dan jasa memiliki kualitas yang memiliki daya saing.

Dalam iklim persaingan usaha yang makin ketat, perusahaan berusaha untuk melakukan efisiensi biaya produksi (cost of production).Salah satu solusinya adalah dengan sistem Outsourcing, dimana dengan sistem ini perusahaan dapat menghemat pengeluaran dalam membiayai sumber daya manusia (SDM) yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.Outsourcing (Alih Daya) diartikan sebagai pemindahan atau pendelegasian beberapa proses bisnis kepada suatu badan penyedia jasa, dimana badan penyedia jasa tersebut melakukan proses administrasi dan manajemen berdasarkan definisi serta kriteria yang telah disepakati oleh para pihak.Outsourcing (Alih Daya) dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia diartikan sebagai pemborongan pekerjaan dan penyediaan jasa tenaga kerja.

Pengaturan hukum outsourcing (Alih Daya) di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 (pasal 64, 65 dan 66) dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia No.Kep.101/Men/VI/2004 Tahun 2004 tentang Tata Cara Perijinan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh (Kepmen 101/2004).Pengaturan tentang outsourcing (Alih Daya) ini sendiri masih dianggap pemerintah kurang lengkap.Dalam Inpres No. 3 Tahun 2006 tentang paket Kebijakan Iklim Investasi disebutkan bahwa outsourcing (Alih Daya) sebagai salah satu faktor yang harus diperhatikan dengan serius dalam menarik iklim investasi ke Indonesia. Bentuk keseriusan pemerintah tersebut dengan menugaskan menteri tenaga kerja untuk membuat draft revisi terhadap Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Outsourcing tidak dapat dipandang secara jangka pendek saja, dengan menggunakan outsourcing perusahaan pasti akan mengeluarkan dana lebih sebagai management fee perusahaan outsourcing. Outsourcing harus dipandang secara jangka panjang, mulai dari pengembangan karir karyawan, efisiensi dalam bidang tenaga kerja, organisasi, benefit dan lainnya. Perusahaan dapat fokus pada kompetensi utamanya dalam bisnis sehingga dapat berkompetisi dalam pasar, dimana hal-hal intern perusahaan yang bersifat penunjang (supporting) dialihkan kepada pihak lain yang lebih profesional. Pada pelaksanaannya, pengalihan ini juga menimbulkan beberapa permasalahan terutama masalah ketenagakerjaan.

Bentuk kontrak outsourcing ini sendiri dapat berupa:

  • Menambahkan pengelolaan TI denganpenambahan sumberdaya dari pihak luar
  • Mengkontrakkan sistem secara utuh pada pihakluar
  • Mengkontrakkan hanya sistem operasional danfasilitasnya.

 

Dari bentuk bentuk kontrak diatasoutsourcing dapat dikategorikan menjadi 4 macam:

  • Total outsourcing, outsourcing secara total padaseluruh komponen TI
  • Selective outsourcing, outsorcing hanya padakomponen-komponen tertentu
  • Transitional outsourcing, outsourcing yang fokusnya pada pembuatan sistem baru
  • Transformational outsourcing, outsourcing yang fokusnya pada pembangunan dan operasional dari sistem baru.

 

1.2 Tujuan Penulisan

Pengembangan Sistem Informasi di Indonesia semakin dibutuhkan baik untuk kepentingan perusahaan maupun untuk kepentingan Negara. Tujuan paper ini akan memaparkan keuntungan dan kelemahan dari pengembangan Sistem Informasi dengan menggunakan Outsourcing khususnya IT Outsourcing. Dengan IT Outsourcing ini diharapkan kebutuhan SDM dalam mengembangkan sistem informasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Soal 4 : Apa yang saudara ketahui tentang ERP (reenterprice resource planning) dan bagaimana implementasi sistem informasi yang berbasiskan ERP. Jelaskan!

August 1, 2010 in Uncategorized

Soal 4 : Apa yang saudara ketahui tentang ERP (reenterprice resource planning) dan bagaimana implementasi sistem informasi yang berbasiskan ERP. Jelaskan!

Secara garis besar, ERP bisa digambarkan sebagai perkakas manajemen yang menyeimbangkan persediaan dan permintaan perusahaan secara menyeluruh, berkemampuan untuk menghubungkan pelanggan dan supplier dalam satu kesatuan rantai ketersediaan, mengadopsi proses-proses bisnis yang telah terbukti dalam pengambilan keputusan, dan mengintegrasikan seluruh bagian fungsional perusahaan; sales, marketing,logistics, purchasing, finance, new product development, dan human resources. Sehingga bisnis dapat berjalan dengan tingkat pelayanan pelanggan dan produktifitas yang tinggi, biaya dan inventory yang lebih rendah, dan menyediakan dasar untuk e-commerce yang efektif.

Dari semua pengembangan teknologi sistem informasi dewasa ini, satu sistem informasi yang didesain untuk mendukung keseluruhan unit fungsional dari perusahaan adalah Enterprise Resource Planning atau ERP.

ERP adalah suatu paket piranti lunak (software) yang dapat memenuhi kebutuhan suatu perusahaan dalam mengintegrasikan keseluruhan aktivitasnya, dari sudut pandang proses bisnis di dalam perusahaan atau organisasi tersebut.

Sistem aplikasi ERP adalah salah satu sistem informasi yang tercanggih yang bisa didapatkan pada awal abad 21 ini. Untuk dapat mengadopsi teknologi ERP, suatu perusahaan tidak jarang harus menyediakan dana dari ratusan juta hingga milyaran rupiah. Dana sebesar itu harus disediakan untuk investasi paket software ERP, hardware berupa server dan desktop, database dan operating sistem software, high performance network, hingga biaya konsultasi untuk implementasi. Meskipun dihalangi oleh biaya investasi yang besar, banyak perusahaan di dunia dan tidak terkecuali di Indonesia seperti berlomba-lomba untuk mengadopsi sistem informasi ini. Hal ini karena paket software ERP yang diimplementasikan secara baik akan menghasilkan ”return” terhadap investasi yang layak dan dalam waktu cepat. Karena ERP menangani seluruh aktivitas dalam organisasi, membawa budaya kerja baru dan integrasi dalam organisasi. mengambil alih tugas rutin dari personel dari tingkat operator hingga manajer fungsional, sehingga memberikan kesempatan kepada sumber daya manusia perusahaan untuk berkonsentrasi dalam penanganan masalah yang kritis dan berdampak jangka panjang.

ERP juga membawa dampak penghematan biaya (cost efficiency) yang signifikan dengan adanya integrasi dan monitoring yang berkelanjutan terhadap performance organisasi. Secara implisit ERP bukan hanya suatu software semata, namun merupakan suatu solusi terhadap permasalahan informasi dalam organisasi.

Enterprise Resource Planning (ERP) dapat didefinisikan sebagai aplikasi sistem informasi berbasis komputer yang dirancang untuk mengolah dan memanipulasi suatu transaksi di dalam organisasi dan menyediakan fasilitas perencanaan, produksi dan pelayanan konsumen yang real-time dan terintegrasi.

ERP merupakan suatu sistem yang terintegrasi, sehingga sistem ERP mampu memberikan kepada organisasi penggunanya suatu model pengolahan transaksi yang terintegrasi dengan aktivitas di unit bisnis lain dalam organisasi. Dengan mengimplementasikan proses bisnis standar perusahaan dan database tunggal (single database) yang mencakup keseluruhan aktivitas dan lokasi di dalam perusahaan, ERP mampu menyediakan integrasi di antara aktivitas dan lokasi tersebut. Sebagai hasilnya, ERP sistem dapat mendorong ke arah kemampuan pengambilan keputusan yang lebih baik dengan parameter yang terukur secara kuantitatif. Sehingga keputusan yang dihasilkan tersebut dapat saling mendukung proses operasional perusahaan atau organisasi.

Implementasi ERP

Dalam implementasi ERP dibutuhkan orang-orang yang bisa menterjemahkan bahasa2 bisnis menjadi bahasa2 teknikal. Karena umumnya yang terlibat adalah orang internal perusahaan yang belum pernah melakukan hal yang sama sebelumnya, maka diperlukan konsultan. Dengan adanya konsultan plus project manager yang bekerja sama dengan orang internal perusahaan, maka scope yang sudah disetujui bersama dapat dilaksanakan dengan menggunakan metodologi yang tepat sehingga tujuan proyek dapat tercapai. Konsultan sering adalah orang yang juga mengetahui teknikal sampai detil. Disitu pun ada pembagian tugasnya, ada konsultan yang fokus pada functional, ada yang fokus pada teknikal. Pada proyek ini, software hanyalah salah satu komponen di dalam proyek. Hal lainnya yang justru paling penting adalah manusianya: user, manajernya sampai top manajemennya. Tidak heran kalau semua level perlu terlibat di dalamnya. Komunikasi antara semua level harus terjalin dengan benar dan baik. Termasuk prosedur eskalasinya, jika ada issue dan masalah.

Secara sederhana, setelah proyek dimulai, ada beberapa lapisan penting yang perlu ditangani dan ditindak-lanjuti :

1.      Infrastruktur, Mulai dari hardware, server, network, printer dan berbagai alat teknologi lainnya.

2.      Struktur organisasi: Menggambarkan bentuk organisasi setelah ERP go-live. Selalu ada perubahan yang dibutuhkan.

3.      Master data: Tanpa data yang bersih, sistem tidak akan berjalan dengan  baik. Istilahnya garbage in, garbage out.

4.      Proses bisnis: Proses yang mengikuti practice yang benar (bukan yang ngawur) yang kemudian diterjemahkan menjadi prosedur dan instruksi kerja bagi setiap staff.

5.      Report dan forms: Semua yang menyangkut print out, dokumen legal bisnis dan laporan untuk digunakan oleh manajemendalam menjalankan perusahaan.

6.      Otorisasi: Hal ini menyangkut pembagian tugas, siapa yang melakukan apa. Tidak semua orang diperbolehkan melakukan semua hal di dalam sistem.

Jika dalam operasionalnya keenam point penting itu dapat disejalankan dan diselesaikan dalam proyek implementasi plus berbagai hal yg sudah disebutkan di atas, maka besar kemungkinan proyek itu akan berhasil.

Daftar Pustaka

O’brien, J.A. 2004. Management Information System:Managing Information Technology in the Business Enterprise. 6th ed. McGraw Hill. New York. Amerika.

McLeod, Raymond, Management Information System, 7­th ed., Prentice Hall, New Jersey, 1998.

Modul Enterprise Resource Planning (ERP), http://www.erpweaver.com/index.php?option=com_content&task=view&id=19&Itemid=27

Enterprise Resource Planning, http://poetramaloe.web.id/2009/03/enterprise-resource-planning-erp-bag-1-definisi/

Review Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak, www.asephs.web.ugm.ac.id/Artikel/RPL/RPL.pdf

Heryanto, D. (2009) ERP dan Penerapannya [Online] Available  at:http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_1092/title_erp-dan-penerapannya. 

 

Soal 3 : Apa urgensi maintainaibility dari suatu software? Jelaskan!

August 1, 2010 in Uncategorized

Soal 3 : Apa urgensi maintainaibility dari suatu software? Jelaskan!

Beberapa kriteria yang mempengaruhi kualitas software terbagi menjadi tiga aspek penting yaitu :

1.   Sifat-sifat operasional dari software (Product Operations);

2.   Kemampuan software dalam menjalani perubahan (Product Revision)

3. Daya adaptasi atau penyesuaian software terhadap lingkungan baru (Product Transition).

Maintability adalah kemampuan software dalam menjalani perubahan. Setelah sebuah software berhasil dikembangkan dan diimplementasikan, akan terdapat berbagai hal yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil uji coba maupun evaluasi. Sebuah software yang dirancang dan dikembangkan dengan baik, akan dengan mudah dapat direvisi jika diperlukan. Seberapa jauh software tersebut dapat diperbaiki merupakan faktor lain yang harus diperhatikan.

Salah satu faktor yang berkaitan dengan kemampuan software untuk menjalani perubahan adalah Maintainability. Maintainability adalah usaha yang diperlukan untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan (error) dalam software. Maintanability juga disebut sebagai pemeliharaan sistem (system maintenance).

System maintenance atau pemeliharaan sistem dapat didefinisikan sebagai proses monitoring, evaluasi dan modifikasi dari sistem yang tengah beroperasi agar dihasilkan performa yang dikehendaki.

Menurut ISO (international organization for standarization) 9126, software berkualitas memiliki beberapa karakteristik seperti tercantum pada tabel berikut:

Tabel 1. Karakteristik software berkualitas menurut ISO 9126

Karakteristik Sub karakteristik
Functionality :   

Software untuk menjalankan fungsinya sebagimana kebutuhan sistemnya.

Suitability, accuracy, interoperability, security
Reliability :   

Kemampuan software untuk dapat tetap tampil sesuai dengan fungsi ketika digunakan.

Maturity, Fault tolerance, Recoverability
Usability :   

Kemampuan software untuk menampilkan performans relatif terhadap penggunaan sumberdaya.

Understanbility, Learnability, Operability, Attractiveness
Efficiency :   

Kemampuan software untuk menampilkan performans relatif terhadap penggunaan sumberdaya.

Time behaviour, Resource Utilization
Maintainability :    

Kemampuan software untuk dimodifikasi (korreksi, adaptasi, perbaikan)

Analyzability, Changeability, Stability, Testability
    

Portability :

Kemampuan software untuk ditransfer dari satu lingkungan ke lingkungan lain.

    

Adaptability, Installability

 

Seperti yang terlihat pada tabel diatas, karakteristik Maintanability terdiri dari sub-sub karakteristik lain seperti:

  • Analyzability, merupakan kemudahan untuk menentukan penyebab kesalahan.
  • Changeability, merupakan kualitas lain dari Flexibility yang berarti kemudahan dilakukannya perubahan atau modifikasi terhadap software
  • Stability dan Testability. Merupakan perangkat lunak itu tidak pernah berubah. Hal ini berarti juga terdapat resiko yang kecil pada modifikasi perangkat lunak yang memiliki dampak tidak diduga.

Terdapat tiga alasan pentingnya pemeliharaan sistem atau system maintenance:

  • Memperbaiki Kesalahan (Correcting Errors)

Maintenance dilakukan untuk mengatasi kegagalan dan permasalahan yang muncul saat sistem dioperasikan. Sebagai contoh, maintenace dapat digunakan untuk mengungkapkan kesalahan pemrograman (bugs) atau kelemahan selama proses pengembangan yang tidak terdeteksi dalam pengujian sistem, sehingga kesalahan tersebut dapat diperbaiki.

  • Menjamin dan Meningkatkan Kinerja Sistem (Feedback Mechanism)

Kajian pasca implementasi sistem merupakan salah satu aktivitas maintenance yang meliputi tinjauan sistem secara periodik. Tinjauan periodik atau audit sistem dilakukan untuk menjamin sistem berjalan dengan baik, dengan cara memonitor sistem secara terus-menerus terhadap potensi masalah atau perlunya perubahan terhadap sistem. Sebagai contoh, saat user menemukan errors pada saat sistem digunakan, maka user dapat memberi umpan balik atau feedback kepada spesialis informasi guna meningkatkan kinerja sistem. Hal ini yang menjadikan system maintenance perlu dilakukan secara berkala, karena system maintenance akan senantiasa memastikan sistem baru yang di implementasikan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan penggunaanya melalui mekanisme umpan balik.

  • Menjaga Kemutakhiran Sistem (System Update)

Selain sebagai proses perbaikan kesalahan dan kajian pasca implementasi, system maintenance juga meliputi proses modifikasi terhadap sistem yang telah dibangun karena adanya perubahan dalam organisasi atau lingkungan bisnis. Sehingga, system maintenance menjaga kemutakhiran sistem (system update) melalui modifikasi-modifikasi sistem yang dilakukan.

Secara singkat, system maintenance menjadi urgen karena pada system maintenance terjadi usaha perbaikan secara berkelanjutan untuk mempertemukan kebutuhan oranisasi terhadap sistem dengan kinerja sistem yang telah dibangun.

Soal 1 : Apa yang membedakan pengembangan software dengan pengembangan system informasi? Jelaskan!

July 31, 2010 in Uncategorized

Pengembangan software adalah merupakan sebuah metodologi pengembangan perangkat lunak (software) yang mengacu pada kerangka yang digunakan untuk struktur, perencanaan, dan mengontrol proses pengembangan sistem informasi.

Kerangka dari metodologi pengembangan perangkat lunak terdiri dari:

Filosofi pengembangan software dengan pendekatan pendekatan dari proses pengembangan perangkat lunak. Beberapa alat, model dan metode, untuk membantu dalam proses pengembangan software.

Kerangka kerja ini sering terikat dengan sebuah organisasi, yang mengembangkan lebih lanjut, mendukung penggunaan, dan mempromosikan metodologi yang sering dipromosikan dalam dokumentasi formal.

Pendekatan penggunaan software yang digunakan adalah

  1. Waterfall, yaitu proses pengembangan yang saling berutan, dimana pembangunannya mengalir dari atas ke bawah seperti air terjun dan melalui tahap analisis kebutuhan, desain, penerapan, pengujian (validasi), integrasi, dan pemeliharaan.

Prinsip dasar model Waterfall adalah:

  • Proyek dibagi menjadi fase yang berurutan, dengan beberapa tumpang tindih dan splashback diterima antara fase.
  • Penekanan adalah pada perencanaan, jadwal waktu, tanggal target, anggaran dan pelaksanaan seluruh sistem pada satu waktu.
  • Kontrol ketat dijaga selama umur proyek melalui penggunaan dokumentasi tertulis yang luas, serta melalui review dan persetujuan formal / signoff oleh pengguna dan manajemen teknologi informasi yang terjadi pada akhir fase yang paling sebelum memulai tahap berikutnya.
  1. Prototyping. rangka kegiatan selama pengembangan perangkat lunak untuk menciptakan prototype, yaitu, versi lengkap dari program perangkat lunak yang dikembangkan, dimulai dengan pengumpulan kebutuhan. Pengembang dan pelanggan bertemu dan mendefinisikan obyektif keseluruhan dari software, mengidentifikasi segala kebutuhan yang diketahui, dan area garis besar dimana definisi lebih jauh merupakan keharusan kemudian dilakukan “perancangan kilat”. Perancangan kilat berfokus pada penyajian dari aspek – aspek software tersebut yang akan nampak bagi pelanggan atau pemakai (contohnya pendekatan input dan format output). Perancangan kilat membawa kepada konstruksi sebuah prototipe. Prototipe tersebut dievaluasi oleh pelanggan/pemakai dan dipakai untuk menyaring kebutuhan pengembangan software.
  2. Spiral, yaitu model proses software yang evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistematis. Model ini berpotensi untuk pengembangan versi pertambahan software secara cepat. Di dalam model spiral, software dikembangkan di dalam suatu deretan pertambahan.

Model spiral dibagi menjadi sejumlah aktifitas kerangka kerja, disebut juga wilayah tugas, di antara tiga sampai enam wilayah tugas, yaitu :

  • Komunikasi Pelanggan: yaitu wilayah yang melingkupi tugas – tugas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif di antara pengembangan dan pelanggan.
  • Perencanaan: yaitu wilayah yang melingkupi tugas – tugas yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sumber – sumber daya,ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yang berhubungan.
  • Analisis Risiko: yaitu wilayah yang melingkupi tugas – tugas yang dibutuhkan untuk menaksir risiko – risiko, baik manajemen maupun teknis.
  • Perekayasaan: yaitu wilayah yang melingkupi tugas – tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut.
  • Konstruksi dan peluncuran: yaitu wilayah yang melingkupi tugas – tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang (instal) dan memberikan pelayanan kepada pemakai (contohnya pelatihan dan    dokumentasi).
  • Evaluasi pelanggan: yaitu wilayah yang melingkupi tugas – tugas yang dibutuhkan untuk memperoleh umpan balik dari pelanggan dengan didasarkan pada evaluasi representasi software, yang dibuat selama masa perekayasaan, dan diimplementasikan selama masa pemasangan.

Pengembangan Sistem Informasi.

Pengembangan sistem informasi sering disebut sebagai proses pengembangan sistem (System Development). Pengembangan sistem didefinisikan sebagai aktivitas untuk menghasilkan sistem informasi berbasis komputer untuk menyelesaikan persoalan (problem) organisasi atau memanfaatkan kesempatan (opportunities) yang timbul.

Dalam pengembangan sebuah sistem informasi, menggunakan  konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.

Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses :

  1. Planning. Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.
  2. Analysis Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.
  3. Design. Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan.
  4. Implementation. Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu prosesdelivery-nya kepada pengguna.

Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

Structural design: Yaitu sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan. Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.

Rapid Application Development (RAD): YaituMetodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesijoint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), code generator dan lain-lain.

Beberapa kategori RAD :

Phased Development, membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.

Prototyping, melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.

Throwaway Prototyping, hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

Agile Development: Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi.

Hello world!

July 27, 2010 in Uncategorized

Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB

Skip to toolbar